WAHAI PEMIMPIN GERAKAN ISLAM

Wahai pemimpin gerakan islam!
Hendaknya engkau mengikuti Musa AS saat kaumnya berkata; “pasti kita akan terkejar (Fir’aun dan bala tentaranya), ia berkata dengan tenang dan menenangkan:

“Sekali-kali tidak akan; sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS: Asy Syu’ara: 62)

Wahai pemimpin gerakan islam!
Apa jadinya jika Musa berkata: “tidak mungkin kita selamat, Fir’aun semakin dekat. Ia dan tentaranya tak mungkin kita kalahkan. Kita realistis saja. Sebaiknya kita menyerah lalu bergabung dengan Fir’aun dan bala tentaranya, itu lebih masuk akal”.
Pastilah mukjizat terbelahnya laut merah tak akan pernah terjadi. Pengikutnya akan kembali diperbudak oleh Fir’aun. Dan sejarah akan mencatat Musa AS sebagai pengecut.
Tapi alhamdulillah, itu tidak dilakukan oleh Musa AS karena ia menggunakan mata bathinnya, bukan mata kepalanya. Yang ada dihatinya hanyalah Allah, maka yang imposible menjadi possible.

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah ia dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar. (QS: Asy Syu’ara’: 63)

Wahai pemimpin gerakan islam!
Jika engkau hanya membaca teks koran dan majalah, pastilah tumpul bashirah (mata bathin)mu. Engkau tak akan cermat melihat situasi lalu hatimu akan dihinggapi pesimisme.

“Tak mungkin kita menumbangkan rezim ini” akan engkau suarakan dari podium ke podium.
Lalu kaidah ‘fiqih realistis’ akan menjadi materi taujih disana sini, hingga sempurnalah ketidakberdayaan.

Wahai pemimpin gerakan islam!
Hendaknya engkau menyelami jiwa Musa AS yang nestapa melihat kaumnya yang tertindas dan diperbudak oleh Fir’aun.
Wanita dan anak-anak terlantar tak berharga. Para tokoh agama yang mestinya dimuliakan, dihina dan dinistakan.

Wahai pemimpin gerakan islam!
Selami suasana kebathinan umat ini agar Ruh Perlawananmu berkobar menyala hingga tak bisa dipadamkan. Jangan berdamai dengan ‘Fir’aun dan bala tentaranya’!

Jangankan terucap untuk bergabung dengan mereka, terlintas dibenakmu saja mestinya tidak boleh kamu lakukan, karena gerakan islam itu selalu menjadi *OPOSISI KEBATHILAN*.

Pelayan *Mahad Alfatih*

Tinggalkan Komentar