Labbaykallahumma Labbayk: Mengiring Langkah Tamu Allah dari Bumi Klaten

Bulan Dzulqa’dah dan Dzulhijjah selalu membawa nuansa syahdu yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Di berbagai sudut kota, termasuk di Klaten tercinta ini, kita kembali menyaksikan pemandangan yang menggetarkan hati: isak tangis haru, pelukan erat, dan untaian doa yang tak putus mengiringi keberangkatan para dhuyufurrahman (tamu Allah) menuju Baitullah.

Ibadah haji bukanlah sekadar perjalanan fisik melintasi benua, melainkan perjalanan ruhani untuk memenuhi panggilan abadi. Bagi para jemaah haji asal Klaten tahun ini, penantian panjang bertahun-tahun, ikhtiar sabar menyisihkan rezeki, hingga persiapan fisik dan mental, akhirnya bermuara pada satu titik kebahagiaan: bersimpuh di hadapan Ka’bah dan menengadahkan tangan di Padang Arafah. Mereka rela melepaskan sejenak urusan duniawi, keluarga, dan pekerjaan demi menyambut seruan Sang Pencipta.

Di antara ribuan jemaah haji dari Klaten yang berangkat tahun ini, ada doa dan keharuan khusus yang kami langitkan untuk saudara seperjuangan kami dari keluarga besar Yayasan Al Fatih, Bapak Aris Boy.

Beliau adalah salah satu sosok yang selama ini tak lelah mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk mengurus kebaikan umat. Kini, tiba saatnya bagi beliau—dan seluruh jemaah haji lainnya—untuk beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk urusan dunia. Keberangkatan beliau menjadi pengingat berharga bagi kami yang masih tinggal, bahwa pada akhirnya, sebaik-baik bekal yang kita kumpulkan untuk menghadap Allah hanyalah ketakwaan.

Dari tanah air, dari bumi Klaten ini, hanya doa setulus hati yang bisa kami bekalkan untuk melangkah.

Ya Allah, berikanlah kesehatan fisik yang prima, kelapangan dada, serta kesabaran tanpa batas bagi seluruh jemaah haji Klaten. Jadikanlah setiap peluh mereka di Tanah Suci sebagai penggugur dosa. Mudahkanlah setiap rukun, wajib, dan sunnah haji yang mereka jalani.

Selamat jalan para tamu Allah. Selamat jalan, Pak Aris Boy. Berangkatlah dengan hati yang berserah, dan kembalilah ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur. Kami menanti kepulangan antum semua, membawa cahaya keimanan yang baru, yang tak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat Klaten.

Fi amanillah. Semoga kelak, kita yang mengantar hari ini, juga diizinkan Allah untuk menyusul menjejakkan kaki di Tanah Suci. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Tinggalkan Komentar