Saudaraku
Jika kita cermati, sebenarnya ibadah puasa jauh lebih ringan daripada shalat. Hal ini karena beberapa sebab:
1.
Shalat dilakukan setiap hari, sepanjang hayat, sedangkan puasa hanya di bulan Ramadhan. Oleh karena itulah Allah swt menyebut waktu puasa itu dengan sebutan أياما معدودات , “hanya beberapa hari yang terhitung” (QS: 2:184).
2.
Shalat tidak boleh diganti diluar waktunya kecuali lupa atau ketiduran sedangkan puasa boleh diganti diluar bulan Ramadhan jika ada sebab yang syar’i, baik karena sakit, bepergian jauh, hamil, menyusui atau karena usia tua. Itulah makna Firman Allah:
يريد الله بكم اليسرى ولا يريد بكم العسرى
Allah hendak memudahkan kalian dan Dia tidak hendak menyulitkan kalian” (QS: 2:185)
Hal ini tidak berlaku untuk shalat, meski dalam kondisi perang sekalipun shalat tetap harus ditegakkan (QS: 2:239).
3.
Tidak ada aktifitas sama sekali yang dilakukan untuk puasa karena ia termasuk ibadah tarkiyah (ibadah dengan cara meninggalkan apa yang dilarang), berbeda halnya dengan shalat. Shalat termasuk ibadah fi’liyah (ibadah dengan cara melakukan apa yang diperintahkan). Oleh karena itulah rukun puasa hanya dua; niat dan menahan diri. Secara logika melakukan sesuatu lebih berat daripada meninggalkannya.
4.
Oleh karena puasa adalah ibadah tarkiyah, maka secara biaya hampir tidak ada biaya yang dikeluarkan. Berbeda dengan shalat yang memerlukan banyak biaya; untuk air wudhu yang digunakan, pakaian yang menutup aurat, transportasi ke mesjid bagi sebagian orang dan juga biaya untuk membangun masjid sebagai tempat shalat jama’ah.
5.
Juga karena faktor perbedaan aktifitas inilah, upaya menjaga hati dari riya’ jauh lebih sulit dilakukan untuk shalat dan lebih ringan untuk puasa karena puasa merupakan ibadah sirriyah (rahasia). Hampir tidak ada perbedaan antara yang sedang puasa dengan yang tidak puasa.
Karena sebab-sebab inilah, Allah swt menyebut shalat itu berat:
“dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (QS:2:45)
Sedangkan Dia tidak pernah mengatakan bahwa puasa itu berat.
Meski puasa itu lebih ringan daripada shalat, namun tetap saja berat bagi yang lemah iman. Oleh karena itulah, Allah hanya menyeru orang-orang yang beriman untuk berpuasa, bukan semua orang karena tanpa iman ibadah seringan apapun tetap akan terasa berat.
Wallahu a’lam
Suhari Abu Fatih
Dai Pkpu Korsel II
#RamadhanMubarak1439H
#Ramadhaninkorea

