Tak adakah lagi guru bangsa di negeri ini yang hanya berpihak pada kebenaran?
Yang tak pernah takut kehilangan popularitas dan jabatan.
Yang sudah tak memiliki urusan dengan manusia karena semua urusannya sudah diserahkan kepada Allah.
Hingga yang benar ia katakan benar dan yang salah ia katakan salah.
Yang jujur ia dukung meski ia harus hancur lebur sedangkan yang berbuat curang ia tendang.
Tak adakah lagi punggawa keadilan di negeri ini yang tutur katanya tentang nilai dan moral bak mentari?
Yang terang benderang kalimatnya, tanpa basa basi hingga tak ada celah bagi siapapun untuk memanipulasi.
Yang memiliki qoulun fashl dan furqon hingga yang haq benar-benar terpisah dari yang bathil.
Tak adakah lagi ulama sufi di negeri ini yang kata-katanya menggetarkan hati hingga takutlah manusia akan dosa?
Ulama yang telah menjatuhkan talaq tiga pada dunia seisinya hingga ia mampu menyampaikan pesan-pesan penduduk syurga bahwa nikmat dunia itu fana dan tak ada artinya.
Jika ia berbicara tentang akhirat, seolah syurga dan neraka tampak di depan mata hingga gemetar seluruh raga yang mendengarnya.
Ia terus menyampaikan pesan kepada para durjana; apa guna perebutan jabatan jika akibat dibelakangnya adalah murka tuhan?
Tak adakah lagi fuqoha’ ahli syari’ah di negeri ini yang tak hanya mampu mengajarkan kitab-kitab klasik yang menarik namun mampu menjawab fitnah zaman yang jungkir balik?
Yang setiap goresan penanya hanya meneruskan pesan langit agar dijadikan pedoman penduduk bumi.
Yang mampu menjelaskan halal dan haram dengan lugas tanpa berlebihan.
Yang mampu memadukan spirit ta’shil (keaslian) dan semangat tathwir (inovasi).
Tak adakah lagi para ibunda di negeri ini yang mampu melahirkan para patriot dan pahlawan bangsa?
Yang tak rendah diri dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga karena menyadari bahwa ukuran kemulian hanyalah taqwa.
Yang lebih memilih sunyi dan tersembunyi identitasnya serta tak terlihat geraknya namun kelak putra yang dilahirkannya mampu menjadi pencerah zamannya dan penolong bagi sesama.
Semoga mereka masih ada!
Suhari Abu Fatih
Pengasuh Mahad Alfatih
