Ada adagium klasik di dunia pesantren yang berbunyi;
المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
“Menjaga hal-hal lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik”
Umumnya, kalangan pesantren menerapkan kaidah ini dalam konteks tradisi keilmuan ataupun budaya.
Jangan sampai karena kekaguman dengan hal-hal muta’akhir, kaum santri kemudian kehilangan kebanggaan pada hal-hal klasik yang sebenarnya tidak kalah mengagumkannya.
Atau sebaliknya, karena keinginan untuk menjaga keotentikan masa lalu, kemudian menutup diri dari kemajuan masa kini.
Maka para santri milenial adalah mereka yang tetap menjaga tradisi kesantrian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi masa kini selama tidak bertentangan dengan syari’at.
Inilah salah satu implementasi dari adagium diatas. Namun bagi saya, kaidah ini sangatlah luwes dan lentur. Maksudnya bisa diterapkan dalam konteks yang lain.
Sebagai contoh dalam soal manajemen SDM. Datangnya orang-orang baru disebuah lembaga atau organisasi tidak boleh menjadi sebab tersingkirnya orang-orang lama.
Atau sebaliknya, karena kekhawatiran akan hadirnya orang-orang baru membuat kita cenderung menutup diri dari hadirnya orang-orang baru. Akibatnya organisasi dan lembaga menjadi tidak berkembang.
Kelihaian mengelola ini adalah tanggung jawab leader. Jangan sampai pepatah “habis manis sepah dibuang” itu menjadi kaidah baku dalam pengelolaan SDM.
Makin lama seseorang bergabung dengan lembaga atau organisasi, maka makin benderang bukti loyalitasnya dan tentu makin banyak pengalaman kerjanya.
Poin inilah yang harus selalu dilihat oleh para leader dari orang-orang lama sehingga kekurangan demi kekurangan nya tidak menjadi alasan ‘pembuangan’nya.
Adapun orang-orang baru sudah pasti belum diketahui kekurangan dan keburukannya sebagaimana juga belum diketahui kinerja, loyalitas dan dedikasinya.
Ingatlah, SDM itu bukan sepah tebu yang makin sering diisap makin hilang rasa manisnya.
SDM itu manusia yang terus berkembang dan bertumbuh, tergantung ditangan siapa ia dikelola. Jika pengelolaannya tepat, maka makin lama, insyaallah akan makin manis.
Wallahu a’lam…
Suhari Abu Fatih
Pengasuh Mahad Alfatih Klaten

