REKONSILIASI DENGAN PERAMPOK (2)

Laki-laki itu duduk diatas kursi putar sambil memegangi sebilah belati Damascus. Sesekali ia hisap cerutunya lalu ia tiupkan hingga membentuk lingkar asap di ruangan mewah itu.
Beberapa body guard nya berdiri tegap di samping kanan dan kirinya. Sebagian yang lain berjaga di beberapa sudut lantai gedung pencakar langit di bilangan Medan Merdeka Jakarta itu. Hingga tak mungkin ada seekor tikuspun yang mampu menembus ketatnya penjagaan mereka.

Itulah watak orang-orang yang tak beriman. Tak ada rasa aman. Tak ada rasa tenang. Selalu saja dihantui kemungkinan serangan. Hal itu karena kejahatan dan penyerangan yang biasa mereka lakukan hingga membuat mereka diserang rasa takut sebelum serangan musuh yang sebenarnya.

“Luhut kemarilah! ” dengan suara keras ia memanggil anak buahnya yang bernama Luhut. Maka tergopoh laki-laki yang dipanggil itu segera berlari menghadap majikannya. Dengan wajah penuh tanda tanya dan mata menatap ke lantai, Luhut menunggu perintah sang majikan.

“Siapa yang kamu kirim untuk menghabisi si Bowo?” tanya Sang Majikan. Dengan mata sedikit menatap Sang Majikan Luhut menjawab; “Tenang Tuan, saya serahkan urusan sepele itu kepada si Udin”.
“Apa?! Kamu serahkan urusan itu kepada si Udin? ” tanya Sang Majikan setengah tak percaya. “Apa kamu sudah gila, Luhut? Si Udin itu ilmu bela diri nya jauh sekali dari Bowo. Rencana kita akan gagal. Bahkan kejahatan kita bisa-bisa terbongkar” lanjut Sang Majikan.

“Maaf tuan, saya minta maaf. Jika pilihan saya salah. Namun si Udin memiliki kelebihan yang tidak di miliki oleh Bowo. Saya yakin tuan juga belum tahu. Percaya saja sama saya tuan, rencana kita akan berhasil. Saya jamin Bowo akan tamat dan perkampungan itu akan kita kuasai”. Jawab si Luhut dengan sepenuh keyakinan.

AC ruangan itu masih setia mengeluarkan udara dingin yang makin membuat beku suasana malam itu. Kelap kelip lampu di malam itu tak mampu menghapus kesan keras dan serem wajah ibu kota.
Bersambung….

Suhari Abu Fatih
Pelayan Mahad Alfatih

Tinggalkan Komentar