Diatas podium itu, tubuh yang makin menua namun makin karismatik itu berdiri untuk menyampaikan pesan, tidak hanya untuk warga Jam’iyyah namun untuk seluruh umat Islam:
“Wahai ulama yang fanatik terhadap sebagian madzhab atau terhadap sebagian pendapat ulama, tinggalkanlah kefanatikan kalian dalam furu’… Tinggalkanlah sifat fanatik dan kecintaan yang dapat mencelakakan ini. Belalah agama Islam!.., janganlah perbedaan itu kalian jadikan sebab perpecahan, pertentangan dan permusuhan. Ini sungguh merupakan kejahatan umum dan dosa besar yang dapat merobohkan bangunan umat dan menutup pintu-pintu kebaikan…. “
Lalu dengan tenang beliau mengutip firman Allah swt; “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara, maka damaikan lah antara dua saudaramu”., “dan janganlah kalian berbantah-bantahan yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian”, dan sabda Rasulullah saw; “janganlah kalian iri hati, saling membenci, bertolak belakang, dan saling bersaing, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara! ”
Kemudian beliau kembali melanjutkan wejangan beliau:
“Wahai kaum muslimin, bertakwalah kalian kepada Allah, kembalilah kepada kitab tuhan kalian, beramalallah sesuai dengan sunah Nabi kalian. Teladanilah orang-orang shalih sebelum kalian, niscaya kalian akan beruntung dan berbahagia seperti mereka. Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara kalian. Dan tolong-menolong kalian dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan, niscaya Allah melimpahkan rahmat dan ihsan-Nya kepada kalian. Janganlah kalian seperti orang munafik yang berkata, kami mendengar padahal mereka tidak mendengar”.
Inilah penggalan pidato Hadratusy Syaikh #HasyimAsyari pada Muktamar #NU ke-11 tahun 1936 di Banjarmasin.
Sebuah pidato yang sarat dengan pesan #ukhuwah dan persatuan. Tak ada #fanatisme kelompok apalagi ajakan untuk memusuhi yang berbeda. Tak ada arogansi dan merasa paling benar sendiri. Inilah watak khas #Aswaja yang setiap saat bisa kita temui di pelosok negeri ini.
Bahkan satu hal yang sering luput dari perhatian kita; ajakan untuk kembali kepada Kitab Allah, beramal sesuai sunah #Rasulullah saw dan meneladani orang-orang shalih sebelum kita (salafunash shalih).
Selamat #Harlah93 wahai #NahdlatulUlama!
Semoga di usiamu yang ke-93 ini panjimu makin berkibar, peranmu makin besar dan tetaplah menjadi #GuruBangsa.
Suhari Abu Fatih
Pelayan Mahad Alfatih

