PEMIMPIN GRADE A

Pemimpin itu ada empat macam:

  1. Dia yang memiliki integritas dan kapasitas
  2. Dia yang memiliki kapasitas namun tak punya integritas
  3. Dia yang memiliki integritas namun tak punya kapasitas
  4. Dia yang miskin keduanya; integritas tak punya dan nihil kapasitas

Pemimpin dengan grade A itulah yang dikehendaki oleh Al Qur’an dalam ayat-ayat berikut ini:

  1. “Sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (QS: Al Qashash:26)
  2. Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.” (QS: Yusuf:55)
  3. Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu (bashirah). (QS: Shad:45)
  4. (Nabi Samuel) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” QS: Al Baqarah :247)

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka Dia akan memilihkan untuk mereka pemimpin tipe yang pertama. Maka hadirlah dalam kanvas sejarah pemimpin semisal Daud As, Sulaiman As, Muhammad saw dari kalangan para nabi dan rasul. Atau seperti Thalut, Alexander Agung, Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Abdul Aziz dari kalangan manusia biasa.
Maka saat mereka memimpin hadirlah keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran.

Namun ketika Allah swt menghendaki keburukan bagi suatu kaum, Dia akan mengirimkan untuk mereka pemimpin tipe yang kedua, ketiga bahkan keempat.
Saat itulah hadir ketimpangan sosial, ketidakadilan merajalela, negeri yang kaya namun penduduknya dimiskinkan seolah tak ada keberkahan disana, rakyatnya saling hujat dan kegaduhan meluas dimana-mana.

Kapan pemimpin dengan grade A ini bisa hadir kembali dalam kanvas sejarah kita?
Pemimpin tipe ini akan kembali hadir jika ada orang tua yang benar-benar tulus meminta kepada Allah swt agar anaknya kelak tak hanya menjadi orang shalih, namun pemimpin bagi mereka yang bertakwa.
“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al Furqon:74)

Itulah mengapa ketika Rasulullah saw ditanya tentang dirinya, beliau menjawab “Aku adalah buah doa ayahandaku Ibrahim ketika ia meminta, ‘Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana (QS: Al Baqarah:129)”
Allahu a’lam..

Pelayan Mahad Alfatih
Suhari Abu Fatih

Tinggalkan Komentar