NASEHAT UNTUK ANANDA

“Di pondok anaknya nakal-nakal” kata Mas Adil, anak saya yang kedua saat kepulangan kemarin. Maklum belum genap satu semester ia belajar nyantri.

“Nakalnya gimana kak” tanya saya. Bukan saya tak percaya ceritanya, hanya ingin memastikan tingkat kenakalan yang dimaksud; apakah masih wajar atau sudah melewati batas?

“Omongannya kasar dan kalau minjam barang sukanya gak dikembalikan” jawabnya.

“Kak, penjara itu tempatnya orang jahat atau orang baik-baik?” Saya mengajukan pertanyaan yang mungkin dia rasa tidak ada hubungannya dengan tema yang sedang kami bicarakan.

“Tempatnya orang jahat” kata anak saya.

“Tahu gak kak waktu Nabi Yusuf dipenjara, apakah beliau berubah menjadi jahat ataukah beliau berusaha memperbaiki orang jahat yang dipenjara bersamanya?” Tanya saya.

Sebelum anak saya menjawab, saya melanjutkan; “Beliau mendakwahi kawan-kawan yang berada satu sel bersamanya hingga mereka masuk Islam dan menuhankan Allah swt semata. Maka tugas kakak; mengingatkan teman-temannya yang kasar dan nakal itu”.

Saya masih ingin berpanjang lebar menasehati anak saya agar ia tumbuh menjadi pribadi tangguh.

“Kak, jauh sebelum Nabi Yusuf dipenjara, siapa yang membuang beliau ke dalam sumur?” Tanya saya.

“Saudara-saudaranya sendiri, Bi” jawab Mas Adil.

“Nah itu, saudara saja ada yang tega berbuat jahat seperti itu apalagi orang lain. Sekarang Abi mau tanya, setelah Nabi Yusuf menjadi pembesar Mesir lalu saudara-saudara nya datang meminta bantuan apakah beliau membalas kejahatan saudara-saudara dengan kejahatan yang serupa, tidak kan?!. Justru beliau memberikan bantuan dan bahkan mengundang mereka semua untuk tinggal di Mesir” Kata saya dengan tegas.

“Jadi gini kak, orang itu bertingkat-tingkat level kepribadiannya;

level #pertama itu orang yang membalas keburukan orang lain dengan kebaikan.

Level #kedua itu orang yang bersabar alias tidak mau membalas, baik dengan kebaikan maupun keburukan.

Level #ketiga itu orang yang membalas keburukan dengan keburukan yang setimpal. Ini masih boleh, selama tidak melebihi batas.

Diantara ketiga level ini, Nabi Yusuf dan nabi-nabi yang lain itu ada pada level pertama. Oleh karena itulah kisah beliau dalam Surat Yusuf itu disebut oleh Allah swt sebagai Ahsanal Qashash, sebaik-baik kisah (the best story)”. Lanjut saya panjang lebar.

Sore bakda ashar dia minta diantar kembali ke pondok. Semoga Allah swt menjagamu Nak, amin!

Suhari Abu Fatih
Pengasuh Mahad Alfatih

Tinggalkan Komentar