Mereka adalah orang-orang yang jika mencintai, cintanya berlebihan. Dan jika membenci, bencinya melampaui batas.
Padahal kata Al Ghazali; “Cintailah seseorang seperlunya karena bisa jadi suatu saat nanti engkau akan membencinya. Dan bencilah sekedarnya, karena bisa jadi suatu saat engkau akan mencintainya”.
Mereka adalah orang-orang yang lebih senang membangun cinta, kedekatan dan kemesraan hubungan atas dasar organisasi daripada atas dasar iman dan islam.
Padahal syarat mahabbah dan ukhuwah, pada hakikatnya hanyalah iman; “Bahwasanya orang-orang yang beriman adalah saudara” [QS; Al Hujurat: 10]
Mereka adalah orang-orang yang saat membaca ayat “كنتم خير أمة” seketika merasa bahwa umat terbaik itu adalah kelompok mereka. “Best of the bestnya umat ini adalah kami”, kata mereka.
Padahal sahabat Abdullah bin Abbas mengatakan bahwa mereka adalah sahabat Muhajirin yang hijrah dari Makkah ke Madinah.
Sedangkan Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa pendapat yang shahih, mereka adalah umat Muhammad Saw secara umum, lintas generasi.
Mereka adalah orang-orang yang ketika membaca hadist Nabi Saw; يد الله مع الجماعة langsung berkesimpulan bahwa jama’ah tersebut adalah harokah mereka.
Sehingga dengan mudahnya men”tasybih” siapa saja yang keluar dari organisasi mereka ibarat keluar dari agama.
Dan dengan gegabah mereka menukil hadist Nabi Saw yang mulia; ومن شذَّ شذَّ في النار… Sehingga konsekuensi keluar dari organisasi adalah neraka.
Padahal jama’ah yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah #jamaatul #muslimin bukan #jamaah #minal #muslimin.
Begitulah penjelasan yang shahih dari para ulama ahli tahqiq dan ahli nadzor.
Mereka adalah orang-orang yang senang mendistorsi makna ngaji hanya dengan kelompok mereka dan dengan model kajian seperti mereka.
Meskipun nara sumber dalam kajian mereka bukan ahli agama dan tak ada kecakapan dalam mengkaji agama serta tidak ada rujukan kecuali dari dunia maya namun mereka tetap merasa lebih baik daripada kelompok lain.
Saya tidak sedang menuduh siapa-siapa karena mereka itu bisa siapa saja. Dan yang jelas, mereka itu adalah saya.
Hadanalllah wa iyyakum
Suhari Abu Fatih
Pengasuh Mahad Alfatih

