MENUJU BANGSA BESAR

Copras capres penting
Istighfar dengan ketulusan penting
Empati terhadap sesama penting.
Ketiganya dan beragam urusan keummatan adalah perkara penting yg tidak boleh saling menafikan dan jangan sampai saling meniadakan. Kepemimpinan sebagiannya merupakan soal bagaimana mengurai masalah yg selalu ada bersama perjalanan hidup manusia, memimpin menanggulangi bencana dan pemenuhan hajat warga adalah hal yang saat ini sangat dibutuhkan para korban bencana dari pada anggaran dihamburkan untuk atraksi stuntman yang penuh manipulasi mentasbihkan diri sebagai boneka terbang di angkasa khayalan. Akan menjadi bencana besar ketika kita salah menentukan pilihan pemimpin.

Di hari wafatnya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, hari saat ummat sangat berkabung, apakah cukup larut dalam kesedihan tanpa ujung? Tidak. Bahkan kibaru shahabat berkumpul demi tentukan khalifah Nabi, tentang siapa pengganti Nabi dalam memimpin ummat. Jangan ada yang lancang menuduh bahwa mereka telah gila kekuasaan hingga janazah Nabi sedikit tertunda pengurusannya.! Jangan begitu. Dalam situasi demikian ada skala prioritas dimana menyelamatkan keadaan dari segala mara bahaya menjadi perkara mendesak untuk diselesaikan dan adanya kepemimpinan yang tepat menjadi ikhtiar pengganda keberhasilan untuk keluar dari segenap problematika. Salah memilih pemimpin adalah bencana besar yang akan mengancam bumi pertiwi, wal’iyyadu billah.

Mencintai Negri adalah bagian dari iman, pitutur dari hadratus syaikh Hasyim Asy’ari merujuk pada Nabi yang sangat mencintai Negri Makkah. Mencintai Negri ini adalah amanah yang tidak boleh ditanggalkan, terlalu jauh perjalanannya dari rel petunjuknya semestinya menyulut empati kita untuk mengembalikan pada marwahnya. Perbanyaklah istighfar atas kelalaian sebagai bangsa. Bagaimana Negri yang mayoritas kaum muslimin tetapi ada banyak persoalan yang selalu dituduhkan kepada kaum mayoritas penduduk sah Negri ini, dari “dagangan” perang terhadap terorisme hingga upaya masif menghapus simbol-simbol keislaman. Sedih ketika kepulauan seribu masjid digiring menjadi nirwana parawisata dimana miras adalah suguhan utama yang siap sedia di penjuru lapak pantai yang menggoda.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Istighfar menjadi rangkaian menyadari kelalaian menyadari kelemahan menyadari kekhilafan.

Bencana datang
Lantakkan segala riang

Ayolah bergegas pulang
Pada kesadaran yg hilang
Memacu keteguhan berjuang
Hingga kembali benderang
Bersamai jiwa-jiwa yg lapang

Allah Maha Penyayang

Allah menyiapkan samudra ampunan bagi yang kembali dengan pertaubatan. Bahkan untuk keluar dari beragam persoalan, manusia tidak bisa berlepas dari kekuasaan-Nya. Istighfar harus menjadi wirid setiap bangsa yang merindukan pertolongan Allah dalam segenap keadaan. Istighfar akan melembutkan hati, istighfar dapat menajamkan akal, istighfar bisa teduhkan jiwa, menjadikan diri penuh empati. Seyogyanya gerakan istighatsah dipimpin oleh Negara dimana pemimpin hadir di hati rakyatnya.

Rakyat Indonesia adalah bangsa yang memiliki jiwa yang lembut. Jiwa gotong royong sudah sedemikian lekat tanpa dipaksa menjadi slogan tapi jauh panggang dari api. Kelompok atau lebih tepatnya gerombolan yang mengklaim sebagai pengawal jiwa kegotong royongan justru alpa saat dalam genggaman ada kekuasaan sebagai momentum pembuktian. Heran. Pencitraan telah menjelma menjadi berhala yang diiklankan. Akan semakin besar bencana mengancam saat salah memilih pemimpin.

Bangsa besar ini telah ditempa berbagai goncangan besar. Kebesaran jiwa yang senantiasa dijaga akan menjadi wadah besar dan siap mewadahi karunia besar berupa kemenangan masa depan bagi bangsa Indonesia yang berkeadilan serta berlimpah keberkahan. Allahul Musta’an.

Ngawen, 21 Agustus 2018

Anshor Hasan
Khadim Ma’had Hidayah Klaten
Marbot Ma’had Al-Fatih Klaten

Tinggalkan Komentar