Suhari Abu Fatih
Pelayan Mahad Alfatih
Bukan soal tempat atau fasilitas. Belajar itu soal orang; guru dan murid. Karena definisi belajar itu menurut saya adalah interaksi antara guru dan murid. Bukan sebatas interaksi fisik, namun juga emosional bahkan spiritual.
Berapa banyak sekolah gulung tikar. Gedung-gedungnya yang megah dilelang lalu berubah fungsi. Fasilitasnya yang wah tak lantas membuat anak-anak didiknya menjadi solusi.
Tidak sedikit orang beranggapan, kalau ingin menjadikan para siswanya pandai berbahasa asing; Arab, Inggris maupun yang lain maka laboratorium bahasa adalah keniscayaan. Tidak, kata saya! Yang mesti ada adalah guru yang aktif, meski bukan native.
Mereka lupa, saat mereka belajar bahasa ibunda. Adakah laboratorium bahasa yang menunjang seorang ibu mengajarkan bahasa? Seorang anak hanya butuh seorang ibu yang aktif berbicara yang baik dan benar. Mengeja setiap kata setiap hari. Lalu anak aktif menyimak dan menirukan. Itulah proses belajar.
Banyak orang ketika melakukan survei sekolah, perhatian mereka lebih banyak tertuju kepada bangunan; mewahnya gedung sekolah dan lengkapnya fasilitas kelasnya. Lupa menyoal siapa yang akan berdiri di depan kelas itu? Siapa orang yang akan melukis anaknya? Dan tak terlalu menghiraukan siapa yang akan mengisi pemikiran dan gerak-gerik hati anaknya?
Sebagaimana banyak pula orang tua yang merasa sudah bertanggung jawab dengan mencukupi kebutuhan nafkah dan fasilitas anak-anaknya, sedangkan perhatian, kasih sayang dan keteladanan tidak mereka berikan.
Begitu pula, banyak penyelenggara pendidikan yang tak memahami; bahwa membina dan meningkatkan kualitas para guru dengan iman dan ilmu pengetahuan jauh lebih urgen daripada menyiapkan gedung baru. Maka mereka lebih sibuk membangun gedung baru daripada membina guru.
Maka belajarlah wahai para penyelenggara pendidikan sebelum anda mendirikan sekolah! Karena belajar itu bukan tentang bangunan, namun tentang pengetahuan bahkan iman. Sedangkan pengetahuan dan iman itu ada para orang; yaitu para guru kehidupan.
Hadanalllah wa iyyakum

