*MENGASAH IMAN DAN MERINDUKAN AMAN

Memandang stfemua peristiwa sebagai ayat dan kebesaran Allah agar iman kita aman. Semata diukur dari kaca mata ilmu pengetahuan sungguh betapa ilmu manusia teramat dangkal. Maka tetaplah berimbang menyikapi semua yang terjadi.
Pertama, tanamkan dalam hati bahwa segala sesuatu terjadi atas kuasa Allah
إِنَّ اللَّهَ عَلي ٰكُلِّ شَيْءٍ قَدِير
“sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Kedua, dengan tetap bersama iman kpd Allah kita kuatkan pengetahuan tentang alam semesta sbg upaya berjaga-jaga dan waspada dan utamanya selalu meningkatnya khosyyah (rasa takut nan rindu) kepada Allah.. (QS. Fathir: 27-30), orang tidak makan -dalam hukum kauniyah- akan lapar dan dapat berdampak sakit tetapi Allah dengan kuasa-Nya tetap mampu memberikan sakit kepada siapa pun yang dikehendaki tanpa bergantung kepada hukum kauniyah yang ditetapkannya. Karena dalam hukum Ilahiyah pun berlaku bahwa Allah menguji hamba-Nya sbg tanda cinta-Nya -innallaha idza ahabba qauman fabtalahum-, dan Allah murka terhadap keingkaran manusia.

Yakini bahwa gejala alam di antara ayat-ayat kauniyah, sebagiannya adalah sugesti hati untuk semakin takjub dan tunduk kepada Allah hingga bergumam para ulil albab:
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Wahai Rabb.. sungguh tidaklah sia-sia apa yang telah Engkau ciptakan. Maha Suci Engkau.. lindungi kami dari adzab neraka.”
tetapi sebagian yang lain tidak dipungkiri sbg “gertakan” dari Allah bagi manusia
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا الإسراء: ٥٩
“sungguh Kami turunkan ayat-ayat (kekuasaan Allah) sebagai takhwif.”
penyebutan kata nursilu menunjukkan bahwa Allah yang memiliki kendali peristiwa, Allah pula yang telah mengatur sunnah kauniyah-Nya yang ada ruang bagi manusia untuk mempelajarinya tetapi tetap dalam bingkai khosyyah kepada-Nya. Adapun kata “takhwif” senyatanya mengandung makna hal yang menakut-nakuti, maka demikian dalam amal ibadah kita selalu diiringi perasaan takut dan harap kepada Allah -khoufan wa thoma’an- bagi upaya amal yang berkualitas.

Kekhawatiran akan bertambahnya “rasa sakit” bagi yg terdampak langsung bencana itu sesungguhnya yang sedemikian telah teratur dalam tata iman kepada qadha qadar Allah, bagaimana si sakit berusaha sabar dan kuat sedang bagi yang lain mengasah kepedulian sekaligus menguatkan mereka. Tentunya kita akan lebih khawatir apabila iman tergerus di belantara subhat saat jiwa terenggut ajal, kematian yang mengintai kita setiap saat.

Apresiasi setinggi-tingginya terhatur kepada ikhwah F-PKS yang mendermakan gaji mereka teruntuk korban bencana, kawan-kawan FPI yang setia menjadi relawan (tidak sebatas rela nek awan) di lokasi bencana, tentu masih banyak elemen masyarakat yang terlibat bagi upaya recovery bencana dan berharap kita termasuk bagian di dalam deretan para pahlawan -yang berhak atas kucuran pahala.

Istilah musibah sesungguhnya sudah clear dalam iman bahwa ia adalah ujian bagi orang-orang beriman, teguran atas kelalaian dan adzab bagi orang-orang kafir.

عن أم سلمة زوج النبي صلى الله عليه وسلم قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إذا ظهرت المعاصي في أمتي، عَمَّهم الله بعذاب من عنده” . فقلت: يا رسول الله، أما فيهم أناس صالحون؟ قال: “بلى”، قالت: فكيف يصنع أولئك؟ قال: “يصيبهم ما أصاب الناس، ثم يصيرون إلى مغفرة من الله ورضوان“

“Dari Ummu Salamah, istri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Jika maksiat telah menyebar diantara umatku, Allah akan menurunkan adzab secara umum”. Ummu Salamah bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah di antara mereka ada orang shalih? Rasulullah menjawab: Ya. Ummu Salamah berkata: Mengapa mereka terkena juga? Rasulullah menjawab: Mereka terkena musibah yang sama sebagaimana yang lain, namun kelak mereka mendapatkan ampunan Allah dan ridha-Nya” (HR. Ahmad no.27355. Al Haitsami berkata: “Hadits ini ada 2 jalur riwayat, salah jalurnya diriwayatkan oleh para perawi yang shahih”, Majma Az Zawaid, 7/217 )

Allahul Musta’an.

Al-Faqir ila Rabbihi
*Anshor Hasan*

Tinggalkan Komentar