Apakah engkau mengira bahwa hawa nafsu yang Allah swt ciptakan dalam dirimu itu buruk semata?
Sungguh tidak! Tidak ada ciptaan-Nya yang sia-sia. Tidak ada yang Dia ciptakan kecuali pasti mengandung dan mendatangkan kebaikan.
“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka” [QS: Ali Imran: 90]
Dengan adanya nafsu dalam diri manusia, maka ia makan, minum dan berkembang biak. Andai nafsu itu lenyap dari diri semua manusia, maka lenyaplah ras manusia.
Adanya keinginan melakukan maksiat yang didorong oleh hawa nafsu juga tidak selamanya negatif. Sungguh itu salah satu cara Allah swt memberikan kebaikan yang banyak kepada manusia.
Ada sebagian orang yang mendapatkan limpahan pahala karena munculnya niat untuk melakukan maksiat.
Tidakkah kita membaca sabda Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadist qudsi;
إِنّ الله كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسّيّئَاتِ. ثُمّ بَيّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا الله عَزّ وَجَلّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ. وَإِنْ هَمّ بِسَيّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً… وَإِنْ هَمّ بِهَا فَعَمِلَهَا، كَتَبَهَا الله سَيّئَةً وَاحِدَةً (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Allah swt telah menulis kebaikan dan keburukan lalu menjelaskan hal tersebut. Maka barang siapa berkeinginan untuk melakukan suatu kebaikan lalu ia tidak jadi melakukannya maka Allah menuliskan di sisi Nya satu pahala sempurna. Dan jika ia berkeinginan untuk melakukan kebaikan lalu ia melakukannya, maka Allah swt menulis pahalanya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat hingga kelipatan yang banyak. Dan jika ia berkeinginan untuk melakukan keburukan, lalu ia tidak mengerjakannya maka Allah menulis disisiNya satu pahala sempurna. Dan jika ia berkeinginan untuk melakukan satu keburukan lalu ia mengerjakan nya maka Allah menulis satu dosa” (HR Muslim).
Kenapa orang yang ingin bermaksiat lalu ia batalkan keinginannya diganjar oleh Allah dengan satu pahala yang sempurna?
Hal itu karena ia dianggap telah mampu mengalahkan syetan dan membuatnya kecewa.
Bahkan dengan diciptakannya nafsu ada sebagian manusia yang masuk surga lantaran kemampuannya mengendalikan nafsu tersebut.
(وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَى.فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِیَ ٱلۡمَأۡوَىٰ)
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). [Surat An-Nazi’at 40-41]
Allah juga hendak menghapuskan dosa-dosa kecil kita karena kemampuan kita dalam mengekang hawa nafsu.
(إِن تَجۡتَنِبُوا۟ كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَیِّـَٔاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلࣰا كَرِیمࣰا)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). [Surat An-Nisa’ 31]
Andai manusia tidak memiliki nafsu yang bergejolak dalam dirinya, maka kebaikan demi kebaikan ini justru tidak akan dia dapatkan.
Maka orang yang cerdas, bukanlah orang yang minta agar Allah swt melenyapkan nafsunya namun orang yang meminta agar Allah swt memberikan kemampuan kepada dirinya untuk mengendalikan nafsunya.
Wallahu a’lam…
Suhari Abu Fatih
Pengasuh Mahad Alfatih Klaten

