GETARAN JIWA

Wahai jiwa!
Istirahat lah sejenak dari hiruk pikuk dunia…
Ya, sepuluh hari saja. Sepuluh hari dari Bulan ini, Dzulhijjah yang mulia. Gunakan untuk mengejar mereka yang telah mendahului mu ke surga!

Simaklah sabda Nabi kita yang mulia tentang keagungan hari-hari ini;

Dari Ibnu Abbas Ra, sesungguhnya Nabi Saw bersabda; “Tiada hari (sepanjang tahun) yang amal shalih (apa saja) lebih dicintai Allah swt daripada hari-hari ini (10 hari Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, termasuk jihad fisabilillah? Beliau bersabda; “termasuk jihad fisabilillah, kecuali seseorang yang berangkat ke Medan jihad dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun” (HR Al jama’ah kecuali Muslim)

Duhai jiwa!
Tidakkah dirimu tergetar dengan wejangan ini, lalu terbangkitkan dan tergerak untuk berkejaran menuju surga Allah swt.
Kejarlah akhiratmu karena di sana rumah dan tempat tinggal abadimu. Bukan disini! Disini engkau hanya singgah sejenak saja. Satu jam setengah saja. Tak lama.

Duhai jiwa!
Tirulah Said bin Jubair rahimahullah! Jika datang sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah beliau mujadahan (bersungguh-sungguh) hingga lelah dan payah hingga siapa saja yang melihat akan menyalahkan beliau.

Sebaik-baik hari adalah hari-hari ini dan sebaik-baik malam adalah sepuluh malam terakhir di Bulan Ramadhan. Itulah komentar para ulama ketika mereka menyoal seputar fadhilah asyrul ayyam.

Wahai jiwa!
Dengarlah dorongan Nabi yang mulia saat beliau bersabda;
“Tak ada hari yang dipakai untuk ibadah yang lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari dari Bulan Dzulhijjah. Puasa sehari nya saja sebanding dengan puasa setahun dan Qiyamullail nya satu malam saja sama dengan Qiyamullail di Malam Lailatul Qadar” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

Al Auzai berkata; “telah sampai kepadaku suatu keterangan bahwa amal shalih yang dilakukan pada sepuluh hari pertama dari Bulan Dzulhijjah sepadan dengan berperang di jalan Allah yang siangnya berpuasa dan malamnya bergadang untuk berjaga kecuali seseorang yang mendapat syahid.”

Al Auzai berkata: “hadist ini saya dapatkan dari seorang lelaki dari Bani Mahzum dari Nabi Saw”

Ya Allah!
Kuatkanlah jiwa ini untuk mengejar para Shalihin dan shalihat sebelum kami.
Dan ijinkan kami hadir di Padang ArafahMu untuk menghadiri majlis yang Engkau banggakan di hadapan para MalaikatMu.
Lalu dengan penuh kagum, Engkau bertanya kepada para Malaikat, “apa yang diinginkan oleh mereka?”
Lalu engkau kabulkan semua doa dan engkau ampuni semua dosa meski dosa-dosa itu sebanyak butiran pasir di seluruh penjuru dunia..

Suhari Abu Fatih
Pelayan Mahad Alfatih

Tinggalkan Komentar