Cinta, Teguhlah Bersama Hujan.. Dikau Pasti Bertumbuh

Hujan sehari menghapus kemarau setahun serasa mewakili perasaan jiwa saat menatapmu anggun di atas jalan keistiqamahan, abaikan segenap godaan yang tak jemu hadir menghantui perjuangan. Penat lelah akan menjadi niat lillah saat tulus menempa diri gali potensi genapi pengabdian bersama kibarkan panji-panji Ilahi Rabbi.

Sadarilah betapa dosa kan bergerak menjadi candu, maka hindari sekedar mencoba penuhi rintihan nafsu sebab pasti menggiringmu berulang menjadi insan tertipu. Teramat halus al waswas menusuk qalbu (alladzi yuwaswisu fi shudurinnas). Syetan terlampau lihai menyeru manusia pada indah fatamorgana demi menghempaskan ke jurang kehinaan.. ayo bangun tahajjud.! semula tak ada yang salah hingga kemudian banyak yang tertipu dengan ghurur, ujub, dan segenap borok bagi hati.. wal’iyyadzu billah.

Duhai yang tercinta.. benih selalu bertumbuh bersama guyuran air hujan yang dipenuhi rahmat. Ada hujan kenapa pula memilih kegersangan? Kebun peradaban menanti tunas-tunas bersemi dari generasi yang telah lama hilang dalam nina bobo tanpa mimpi. Generasi harapan telah datang jangan lagi menghilang.

Teguhlah perjuangan..

Janji-janji manis terlalu mudah dirilis tetapi sapuan angin begitu kencang hingga tak terlukis selain pandangan terpana nan meringis.. komitmen mewarnai begitu cepat berganti terwarnai, tekad istiqamah bersama dakwah pudar bersama desah ketakberdayaan diri yang lemah.

Duhai tak jemu menatap dan menuntunmu, bersama dakwah begitu indah, bersama tarbiyah islamiyah tinggikan risalah dalam ma’iyyatullah.

Duhai menatapmu adalah mimpi dan doa-doa perjuangan agar kafilah tak terputus oleh terjangan badai yang tak henti melenakan. Menatapmu berarti cinta kasih melukis syahdu peradaban hingga mewujud kembali di kanvas sejarah. Jadilah oase bagi hati yang menanti. Jadilah hujan bagi jiwa yang menagih janji di tepian zaman yang curam.

Duhai cintailah dakwah dan perjuangan. Kita berdiri tegak sebagai ikhtiar di belantara waktu yang menantang. Bersama dakwah berarti keridhaan dalam tabi’atnya:

١. طول الطريق
Jalan dakwah itu panjang…

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

٢. كثرة العقوبات
Jalan dakwah itu terjal menantang..

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

٣. قلة الرجال
Di jalan dakwah amat sedikit yang memilih jalan juang…

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku”. Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Cinta, teguhlah bersama hujan.. agar tiba masa bersemi.

________
Kado teruntuk para santri tercinta, agar tak lekas jenuh di SIT dan Pesantren

Anshor Hasan

Pelayan Ma’had AL Fatih

Tinggalkan Komentar