BERAGAMA DENGAN RIANG GEMBIRA

Menelaah makalah mulailah dengan basmalah. Berbahagialah! Tak baik memendam dalam hati ragam masalah. Bergembiralah! Berbeda tak harus berujung bubrah. Nikmati hidup terpayungi rahmah. Membaca dengan menyebut nama Rabb yang menciptakan sesuatu penuh hikmah.

Demokrasi termasuk standar nilai pada manusia ya ust. ? Demikian pertayaan diajukan mencari jawaban. Sejurus pertanyaan diajukan menanggapi tulisan yang sesungguhnya penuh makna dan pelajaran. Kebenaran harus kita yakini mutlak milik Allah. Tapi tafsir atas suatu kebenaran akan menemukan kanal-kanal yang bercabang. Manusia menjadi maju berkembang. Tapi juga membuka kemungkinan terjungkal terbuang dari jalan hidayah yang benderang.

Manusia memiliki standar nilai terhadap suatu perkara. Berbeda dan bervaria nada. Beragam tak selalu seragam. Sebagaimana kesadaran ada muhtad ada murtad. Ada muslih ada mufsid. Ada mukmin ada kafir. Ada muttaqin ada mujrimin. Seorang mukmin yang bertakwa akan senantiasa meniti jalan cahaya. Maka ia berjalan membawa hatinya dalam penerangan petunjuk Al-Qur’an. Ia bergerak melakukan perubahan menekuni perbaikan kaumnya sembari mentafakkuri ayat-ayat peristiwa. Mudah saja bagi Allah menabur kebaikan di mana saja, dan biarlah Dia limpahkan taufiq dalam akal dan bashirah hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Berbahagialah bersama iman dan islam dalam mengarungi kehidupan.

Pertanyaan “mengarah” seperti tersebut di atas -tentang demokrasi- juga termasuk dari standar nilai manusia, seleksi ASN di negeri kita kalau digeneralisir ya kurang lebih sama: standar manusia. Maka tetap berbahagialah yg menjadi abdi Allah. Negara juga butuh sentuhan kontribusi Anda yang berbahagia. Jangan galau di mana pun kita bisa menebar kebajikan.

Beragama jangan terlalu tegang, Kawan. Rileks saja. Ada banyak kawan jangan bermental lawan. Rangkul semua elemen yang memungkinkan kita mendulang kemanfaatan. Bergembiralah! berbahagialah menjadi hamba Allah yang selalu tak sempurna tapi dengan fadhilah dan rahmat Allah tersedia samudra ampunan.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ (يونس: ٥٨)
Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Mari belajar kepada Salman Al-Farisi yang mengusulkan strategi perang dg pembuatan khondak. Tahukah dari mana strategi itu? kata Al-Farisi yang lekat dengan namanya menjadi jawaban bahwa sayyid Salman menawarkan kepada Rasul sebuah strategi perang dari Persia, salah satu negara adidaya kala itu dan sangat sengit permusuhannya kepada Islam. Apa reaksi Nabi mendengar usulan tersebut? Nah sudah jelas kan jawabannya? Maka berbahagialah dengan basmalah.

Bersungguh-sungguhlah belajar Al-Qur’an dan berlelah-lelahlah menekuni bait demi bait dari hadits Nabi yang suci! Tapi tetaplah dalam keceriaan, berharap terus bahagia hingga menemui kematian. Husnul khatimah insya Allah.

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menderita.

Terkadang tidak selalu hitam putih sesuatu itu dihukumi. Atau setidaknya pasti akan terdapat hikmah yang bisa mengilhami. Dapat menginspirasi. Adakala kita menemukan pertanyaan yang aneh-aneh terarah kepada kita. Bergembiralah ada sebab diri lebih menemukan kebahagiaan, berbahagia untuk terus rela menelaah dan mengkaji.

Dalam tataran hukum fiqih kita dilarang bergembira atas kedigdayaan orang-orang kafir. Tetapi jangan heran dengan kegembiraan orang-orang terbaik yang pernah bersama Nabi lantaran kemenangan Romawi dalam perang melawan Persi. Yang demikian itu tentu standar manusia menemukan kegembiraan yang bergelayut di hati mereka. Mereka yang berhati mulia.

الم (١) غُلِبَتِ الرُّومُ (٢) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (٣) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (٤)

Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan setelah kekalahannya itu mereka akan menang. Dalam beberapa tahun (lagi) bagi Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.

Pengembaraan terhadap ilmu mudah-mudahan berjodoh dengan lurusnya hati menahkodai setiap persembahan amal. Tidak terkurangi kadar bahagia. Kalau bisa merayakan bahagia kenapa mesti bermuram durja. Tulisan ini harapannya juga bisa menambah kwalitas kegembiraan kita. Tapi barangkali tidak tertutup kemungkinan adanya pihak yang justru merasa bingung dengan bermacam pandangan. Si penanya berharap muncul rasa penasaran pula yang menggugah kesadaran untuk melakukan pengembangan.

Demikianlah keterbatasan kita dan betapa Allah Maha Kaya dan Maha luas ilmu-Nya. Wafauqa kulli dzi ‘ilmin ‘alim. Bacalah dan berbahagialah! Bila belum jelas dari suatu penjelasan berarti memperluas peluang untuk berbahagia memperkaya ilmu dan tak jemu mulazamah dengan guru.

Allahul Muwafiq ila aqwamith thariq

Al-Faqir ilallah
Anshor Hasan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *