4 NASEHAT SINGKAT

(1).
“Janganlah engkau menyalahkan orang lain karena bersikap bakhil kepadamu, tapi salahkan lah dirimu yang terlalu tamak kepadanya”

Bakhilnya orang lain kepadamu tak akan membuatmu susah, jika hatimu bersih dari sifat tamak terhadapnya

Bahkan tak akan pernah engkau temukan satupun manusia yang bersifat bakhil, jika dirimu tidak tamak kepadanya

Yang bermasalah itu tamakmu, bukan bakhilnya.

Karena engkau terlalu berharap, maka engkau kecewa

(2).
“Janganlah engkau menghitung dedaunan yang berguguran di taman, tapi hitunglah bunga-bunga yang bermekaran setiap pagi”

Seringkali hilangnya satu nikmat darimu membuatmu melupakan sekian nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepadamu

Satu dua kekurangan yang engkau temukan dalam hidup ini tidak boleh membuatmu melupakan kebaikan demi kebaikan Allah swt kepadamu

Satu dua kali sakit yang membuatmu melupakan sekian lama sehat adalah termasuk kufur nikmat

(3).
“Setiap mukmin itu ibarat kertas putih yang ada titik hitamnya. Maka ketahuilah bahwa area yang berwarna putih pasti jauh lebih luas daripada titik hitam tersebut”

Betapa banyak kelebihan yang dimiliki oleh pasangan hidup kita, namun tiba-tiba menjadi sirna dan tiada karena kita fokus pada kekurangannya

Betapa sering kita melupakan kebaikan guru-guru kita karena satu kekurangan yang terjadi pada diri mereka padahal dirimu pun penuh kekurangan

(4).
Jika engkau ingin melihat Tuhan, maka saksikan lah saat ia membangunkanmu dari tidur hingga menidurkanmu kembali

Jika engkau masih tak melihat-Nya, maka saksikanlah saat Dia mengarak awan di langit lalu menumpahkannya sebagai hujan yang menyejukkan

Jika engkau masih tak melihatNya, maka saksikanlah saat ia memberikan kekuatan pada ujung-ujung tunas yang lembut hingga mampu membelah tanah yang keras lalu tumbuh menjadi pohon yang menjulang

Jika engkau masih tak melihat-Nya, maka saksikanlah saat Dia membariskan malaikat dan mengumpulkan semua manusia untuk diadili satu persatu termasuk dirimu.

Jika saat itu engkau masih tak melihat-Nya maka ketahuilah; engkau memang tak layak memandang wajahnya

Suhari Abu Fatih
Pengasuh Mahad Alfatih Klaten

Tinggalkan Komentar