Tanpa Atribut

Hari itu, 2 Rabi’ul awwal 1438 atau 2 Desember 2016…

Hari yang akan tercatat sepanjang sejarah umat Islam negeri ini, bahkan dunia..
Sebagai hari bersatu padunya umat Islam…
Bukan karena sebab kesamaan ras, suku, bahasa…
Namun karena kesamaan aqidah dan Cinta..
Ya, Cinta kepada Allah..
Cinta kepada Rasulullah..
Cinta kepada Al Islam…
Cinta kepada Al Qur’an…
Dan semua itu menjadi makin sempurna dengan kerinduan melihat wajah saudara dan ulama tercinta…
Cinta itulah yang menggerakkan…
Cinta itulah kekuatan yang karena nya semua ancaman menjadi tak ada artinya…

Umat yang berkumpul tidak lagi melihat dengan atribut apa mereka datang..?
Dengan latar belakang ormas apa mereka bersua?…

Bahkan lautan nan luas pun tak lagi jadi penghalang..
Intimidasi aparat yang tak mengemboskan tekad mereka..

Karena Dzat Yang Penuh Cinta telah memanggil dan menyatukan mereka

وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ؕ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّاۤ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْ ؕ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di Bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Al-Anfal: Ayat 63)

Bahkan, kehadiran mereka ke Jakarta bukan karena intruksi para pemimpin dan ketua ormas atau partai mereka…

Karena di hari itu, masih banyak ketua ormas dan para tokoh tertegun dan ragu-ragu menentukan sikap…

Bahkan tidak sedikit yang melarang mereka untuk turut serta
Mengapa mereka tetap bergerak menuju Jakarta?

Karena di hari itu, Imam (pemimpin) mereka adalah AL QUR’AN..
Jika Al QUR’AN telah memanggil, sirnalah semua perbedaan…

Tidak ada lagi madzhab..
Tak ada kelompok..
Tiada lagi jama’ah…

Karena kelak pun ketika mereka di himpun di Padang Mahsyar, mereka datang dan dihisab sebagai pribadi, bukan sebagai anggota organisasi atau jama’ah …

Bahkan ketika itu, banyak pemimpin dan tokoh berlepas diri dan tidak mau bertanggungjawab…

اِذْ تَبَرَّاَ الَّذِيْنَ اتُّبِعُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا وَرَاَوُا الْعَذَابَ وَ تَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْاَسْبَابُ

“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 166)

وَقَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّاَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوْا مِنَّا ؕ كَذٰلِكَ يُرِيْهِمُ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْ حَسَرٰتٍ عَلَيْهِمْ ؕ وَمَا هُمْ بِخٰرِجِيْنَ مِنَ النَّارِ

“Dan orang-orang yang mengikuti berkata, “Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka.”
(QS. Al-Baqarah: Ayat 167)

Hari itu, 2.12 kemudian ditetapkan sebagai HARI PERSATUAN UMAT ISLAM adalah hari terindah yang pernah saya rasakan sepanjang saya berada diatas muka bumi…

Karena ternyata mudah Allah menyatukan umat ini…

SILANG MONAS, AKSI SUPER DAMAI 212

Tinggalkan Komentar