Ruh Istifadah dan Ifadah

Suhari, ust:
SAF Saiful Abror:
Ruh Istifadah dan Ifadah

Ikhwatal iman…

Hendaklah tiap bertemu dan berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun berada, kita selalu meneguhkan dua prinsip:
1. Prinsip istifafah; mengambil kebaikan dari pihak manapun tanpa pandang bulu, ras, golongan, madzhab maupun afiliasi pergerakan.
Untuk meneguhkan prinsip ini kita mesti menanggalkan baju sempit kita berupa ta’ashub (fanatisme) kelompok.
Baju fanatisme inilah yang selama ini menjadi hijab (penghalang) dari kebaikan, kelebihan dan ilmu orang lain.
Dan karena fanatisme inilah jiwa menjadi kering kerontang hingga tak mampu menangkap hikmah ilahiyyah dari setiap pihak yang berbeda dengan kita.
Itulah mengapa islam sejak semula memerangi penyakit ini.

2. Prinsip Ifadah; yaitu terus berusaha menebar kebaikan dimanapun kita berada dan kepada siapapun.
Untuk meneguhkan prinsip ini kita mesti memiliki sedikitnya dua hal; apa yang mesti dibagi dan kehendak untuk berbagi.
Tanpa itu kebaikan apapun yang kita miliki hanya akan menjadi ‘aset pribadi’ yang rendah nilainya.
Itulah mengapa Rasulullah saw bersabda; “sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat pada manusia (yang lain) “.
Inilah rahasia keabadian para pahlawan dan tokoh-tokoh besar yang pernah hadir dalam kanvas sejarah.

Akhukum fillah
Suhari AF
Pelayan Ma’had Al fatih Klaten

Tinggalkan Komentar