Suhari Abu Fatih
Pengasuh PPM Alfatih Klaten
Dari Umar bin Khattab Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda:
إنَّ مِن عبادِ اللهِ لَأُناسًا ما هم بأنبياءَ ولا شُهداءَ، يغبِطُهم الأنبياءُ والشُّهداءُ يومَ القيامةِ بمكانِهم مِن اللهِ تعالى، قالوا: يا رسولَ اللهِ، تُخبِرُنا مَن هم؟ قال: هم قومٌ تحابُّوا برُوحِ اللهِ على غيرِ أرحامٍ بَيْنَهم، ولا أموالٍ يتعاطَوْنَها، فواللهِ إنَّ وجوهَهم لَنُورٌ، وإنَّهم على نُورٍ، لا يخافونَ إذا خاف النَّاسُ، ولا يحزَنونَ إذا حزِن النَّاسُ، وقرَأ هذه الآيةَ: {أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ} [يونس: 62]
Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada manusia-manusia yang bukan anbiya’, bukan pula syuhada namun dicemburui oleh para anbiya’ dan syuhada pada hari kiamat karena kedudukan mereka disisi Allah swt.
Mereka (para sahabat) berkata: wahai Rasulullah kabarkan kepada kami siapakah mereka?
Rasulullah Saw bersabda: mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Allah tanpa adanya rahim (nasab) yang menghubungkan mereka, bukan pula karena harta yang mereka saling dapatkan. Demi Allah wajah-wajah mereka adalah cahaya dan mereka berada diatas cahaya. Mereka tidak merasa takut disaat manusia ketakutan dan tidak bersedih disaat manusia bersedih.
Dan beliau (nabi Saw) membaca; ingatlah kekasih-kekasih Allah itu tidak ada sedikitpun rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati (QS: Yunus: 62)
Sungguh untuk menjadi waliyullah (kekasih Allah) tidaklah sulit. Syaratnya hanya dua; iman dan saling mencintai karena Allah.
Jika dalam dirimu ada dua cahaya ini, maka engkau termasuk generasi cahaya yang akan dicemburui oleh para anbiya’ dan para syuhada’. Engkau akan ditempatkan diatas mimbar-mimbar penuh cahaya.
Kenapa wajah-wajah mereka di hari kiamat memancarkan cahaya? Karena selama hidup di dunia, hati mereka bening, bahkan bercahaya hingga mampu menerangi banyak orang.
Bagaimana agar hati tetap bening bercahaya? Jauhi hasad dan dengki, jangan pelihara benci dan dendam terhadap sesama orang beriman!
Gigitlah dua syarat ini (iman dan saling mencintai karena Allah) dengan gigi geraham mu hingga engkau dipanggil kembali kepadaNya, jangan engkau lepas meskipun dunia sedang di amuk perang saudara!
Tiap hari, tiap saat sebenarnya Allah swt mengajarkan dan mengantarkan barokah doa dari sesama kaum beriman untuk kita.
Doa ini saling bersahutan satu sama lain dari lisan seluruh kaum muslimin dan terus berkejaran hingga ke Arsy Allah yang agung namun sebagian kita tak menyadari bahwa inti doa ini adalah ungkapan cinta yang tulus untuk sesama muslim.
رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَ ٰنِنَا ٱلَّذِینَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِی قُلُوبِنَا غِلࣰّا لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَاۤ إِنَّكَ رَءُوفࣱ رَّحِیمٌ
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” [Surat Al-Hasyr 10]
Tak ada gunanya memelihara benci. Tak ada manfaatnya sama sekali menyuburkan dengki dalam hati. Berlomba-lomba-lah untuk menjadi generasi cahaya yang kelak akan dibanggakan Allah swt di hadapan semua makhlukNya! Bismillah bisa!

